Senin, 10 Agustus 2015

Kulihat senja tak lagi menawan hatimu.
Mengapa kau bermuram durja sayangku?
Tak kau lihat, malam akan berganti pagi.
Hingga saatnya kita akan bertemu, aku menanti.

alrahe
Kusimpan kenanganmu,
semua bukti kata cintamu,
bagimu seperti bom waktu.

Kau ujar kata cinta,
hanya untuk berdusta.

Firasatku hampa,
kau bermanis muka,
untuk menambah luka.

Berkubang dalam fitnah nestapa,
kau permainkan sebuah fakta,
aku enggan berkata,
karna kau bukan penghias luka.

Mengapa kau ungkit yang lalu?
Kisahmu sudah lama tersapu.

alrahe
from a to r

Sabtu, 08 Agustus 2015

Kita terdiam,
aku disini kau disana,
tak beranjak menatap kosong kedepan.

Melewati beberapa bait kata yang terhempaskan kenyataan.

Dalam hati kubertanya, apa kabarmu?
Apa dimatamu masih terlintas hangat pribadiku?

Karna dimataku masih tersimpan senyum manjamu yang kusuka.
Masih tertinggal rasa, meski bertahun-tahun tak bersua.

alrahe
Larut belum menyapa tapi kotamu sudah sepi. 
Rembulan sudah menyapa tanda waktunya bermimpi. 
Ucapkanlah doa pada Ilahi peredam hati yang sepi. 
Selamat malam kututup mata kutunggu mentari pagi.

alrahe

Kamis, 06 Agustus 2015

Jangan terlalu berbangga hati tuan,
Kapalmu karam dan kotamu tenggelam.
Kenangan itu hanyut larung bersamamu, samudra.
Yang tertinggal hanya rengekan menjengkelkan wanitamu.
Mengutukmu karna selalu tak puas akan perlakuanmu.
Berbahagialah, sisa hidupmu akan selalu dipenuhi keluhan.
Bebaskan lara dari belenggu nestapa,
Hei Tuan, kau ini berhak untuk bahagia.

alrahe

Rabu, 05 Agustus 2015

Bisakah kita terdiam saat menatap senja?
Saat itu, apa rasa rinduku mencapai keberadaanmu?
Aku merindukanmu hei kau sang pecinta pagi.
Merindukan manismu yang senyap perlahan.
Hatiku berharap, mungkin ini semua berubah.
Agar cintamu hanya berlabuh dihatiku.
Perasaanmu melarut dalam kisahku,
tiap kupandang rembulan di ujung malam.
Mungkin aku menyukaimu sedari dulu.
Dan ketika saatnya tiba, kuhempas kau.

alrahe
a note for r
suaramu terlalu keras terpelanting di pekatnya malam.
tertawa pening menggema tak hiraukan mereka.
apalah dunia ini, tak enggannya membuat kepenatan.
terlalu rumit dengan dosa, manusia membuat malaikat terheran.

alrahe

Minggu, 02 Agustus 2015

kadang merasa juga kalau ada teman berbeda.. tapi balik lagi, mungkin kita pernah tak sengaja melukai mereka.. kalau kata ibu, tetaplah menjadi dirimu.. jangan berubah hanya karna sikap orang buruk padamu.. jangan merubah kepribadianmu..

Sabtu, 01 Agustus 2015

Kau terbangun lapar,
meski telah kau ikat sabukmu kencang-kencang.
Tapi perutmu yang tak terisi sejak mentari berpijar tak berdusta.
Hari ini keringat membasahi peluhmu tapi hasil tak kau dapatkan.
Hanya berujar nasib baik akan datang esok menjelang.
Apa daya kau hanya seorang renta tak memiliki tempat berlabuh.
Istrimu telah berpulang, anak-anakmu berpaling darimu.
Mungkin akibat kerasnya hati atau kedurhakaan pengaruh kemodern dunia.
Pukul 4 pagi, sayup-sayup terdengar suara adzan kau beranjak.
Menyeret daganganmu ke masjid, 
lelah, mereka tak lagi menyukai mainan dari bambu.
Di tempat wudhu, 
kau minum air banyak-banyak demi mengenyangkan perut.
Berdoa berharap keajaiban datang dan berkah menyertai langkahmu.
Tunggulah kesabaranmu akan berbuah manis, Tuhanmu slalu bersamamu.

alrahe
*saya lapar
Mimpi merajam sang malam.
Terhempas dari kenyataan,
Melingkar menuju sudut ilusi.
Tak lagi kudapati bayangmu menghiasi.
Kau pergi tergesa seperti senja sore tadi.
Meluruhkan rasa rindu terbalut sepi.

Malam,
Kudengar sedu sedan rembulan.
Ikut meratapi takdir yang terbalut ironi.
Malangkah aku?
Karena gerimis pun tiba menyanyikan lagu sendu.

Apalah kita ini?
Aku hanya seorang punguk,
Merindu pelukan dan kecupan samudra.
Dan kau adalah sebuah fatamorgana hanya terjamah oleh mata.
Tertipu oleh hiruk pikuk silsilah kecantikan duniawi.

Saat pagi tiba,
Bisakah kita lupakan dan hapus noktah yang terbekas?
Kenangan terpenjarakan waktu mengusik relung nestapa.
Terbelenggu oleh lara yang hadir dalam diam yang tak diacuhkan.
Seikat janji yang kau dustai, kau ujar hanya permainan.
Dimatamu, bukankah aku juga berhak untuk bahagia?

alrahe
a note for r