Mimpi merajam sang malam.
Terhempas dari kenyataan,
Melingkar menuju sudut ilusi.
Tak lagi kudapati bayangmu menghiasi.
Kau pergi tergesa seperti senja sore tadi.
Meluruhkan rasa rindu terbalut sepi.
Malam,
Kudengar sedu sedan rembulan.
Ikut meratapi takdir yang terbalut ironi.
Malangkah aku?
Karena gerimis pun tiba menyanyikan lagu sendu.
Apalah kita ini?
Aku hanya seorang punguk,
Merindu pelukan dan kecupan samudra.
Dan kau adalah sebuah fatamorgana hanya terjamah oleh mata.
Tertipu oleh hiruk pikuk silsilah kecantikan duniawi.
Saat pagi tiba,
Bisakah kita lupakan dan hapus noktah yang terbekas?
Kenangan terpenjarakan waktu mengusik relung nestapa.
Terbelenggu oleh lara yang hadir dalam diam yang tak diacuhkan.
Seikat janji yang kau dustai, kau ujar hanya permainan.
Dimatamu, bukankah aku juga berhak untuk bahagia?
alrahe
a note for r