Rabu, 18 April 2012

maafkan aku sesal, kau selalu datang di akhir cerita.
ketika kesempatan yang tertimbun berjuta waktu tak kau manfaatkan.
hanya air mata di pipi, bisa kau tebarkan, dan sekat terpilin dalam relung.

saat kau tak tau setan apa bersemayam di otakmu,
dan kau mulai hilang arah dengan mengikutinya,
tak bisa membendungnya dengan ayatNya di bibir lirihmu,
kau mulai mengucapkan sumpah serapah, akan kemunafikanmu.

ah, rasanya terlalu pekat untuk dikenang, semua kedurhakaanmu,
dan terlalu sulit  membujuk sang waktu kembali.

ya, memang
si tua kadang tak semenarik dulu,
tetapi mengapa hatimu sempit,
tak ayal ini jadi cambukmu..

maafkan aku,
hanya doa disela-sela ingatku bisa kuberikan.
karna maaf tiada guna, kau tak lagi bisa mendengar.
eyang, maaf, aku cucu yang mengesalkan.

alrahe