Rabu, 22 Juli 2015

Setidaknya kami sudah berusaha untuk membuka pintu hatimu. People was right we should beware with a frozen heart. Mengapa menghindari masalah, dan menumpuknya? Bahkan cucian kotor yang menumpukpun akan dicuci bersih. Kupikir hidupmu ini lebih kau buat rumit dari perumpamaan itu. Melarikan diri dari masalah, berlari menjauh, bukan jalan utama. Setapak berbatupun harus kita lalui, bukan alasan hanya menunggu.  Rasanya kesal hati, saat kemarahan datang hanya terdiam tak berujar. Bagaimana bisa menghentikan tak mengulangi dan memotong ego, jika tak ada alasan. Menghindar dan mencari-cari simpul pembenaran diri. Memang benar, usia tidak menjamin kedewasaan dan kesabaran.

sudahlah kubahagiakan mereka dengan caraku sendiri

Kak, jujur aku masih sangat menyayangimu, kamu kakakku yang terbaik, jarak kita terlalu jauh dan kau sudah seperti ibu padaku, meski kadang mulutmu pedas, tapi tak pernah sekalipun kau gunakan padaku. Mengapa sebenarnya? Salah bapak, salah ibu? Atau salah kami yang pernah menjadi bagian hidupmu, yang mungkin pernah melukaimu. Aku tak mengerti.