Hai tuan, terkadang aku merindumu.
Tapi tak kuasa bertemu keangkuhanmu.
Hanya kuredam dalam sandiwara.
Meski tiap malam bulan mengejek mengedip mesra.
Kutulis namamu di langit, mungkin percuma.
Kita tak pernah memandang bagian langit yang sama.
Kau dan aku terbentang jarak berlapiskan ego kita.
Tak mengapa, bagiku cukuplah bertukar kata.
Mungkin aku sudah pasrah menyerah menjalani liku kehidupan.
Aku sudah tidak muda, tak lagi berharap dengan kepalsuan.
Tapi tak kuasa bertemu keangkuhanmu.
Hanya kuredam dalam sandiwara.
Meski tiap malam bulan mengejek mengedip mesra.
Kutulis namamu di langit, mungkin percuma.
Kita tak pernah memandang bagian langit yang sama.
Kau dan aku terbentang jarak berlapiskan ego kita.
Tak mengapa, bagiku cukuplah bertukar kata.
Mungkin aku sudah pasrah menyerah menjalani liku kehidupan.
Aku sudah tidak muda, tak lagi berharap dengan kepalsuan.
alrahe
a note for z