kau dan aku bertemu dalam waktu sementara.
saling mengisi kata, aku terpikat terpesona.
tapi waktu terlalu prematur untuk mengerti.
tapi waktu terlalu prematur untuk mengerti.
dunia menjadi labil dimataku menyerangku perlahan.
atau mungkin aku kekanakan kalah dengan keadaan.
aku dan semua masalahku yang tak kupahami.
dan kamu dengan hal di hatimu yang tak aku mengerti.
membuat bertahun-tahun kita bungkam tak saling menyapa.
perlahan-lahan rasa itu terbiarkan untuk terbiasa.
perlahan-lahan rasa itu terbiarkan untuk terbiasa.
ketika kau ucap kau akan datang ke kotaku.
aku tak tahu, aku ingin bertatap muka, tapi aku...
mungkin itu ego atau mungkin karna keadaan yang tergesa.
aku ingin menjagamu sebagai teman, tak berharap suatu apa.
akupun sedang jatuh dari harapanku, terkhianati oleh kebodohanku.
pastinya aku menjadi di luar kendali ketika bertemu orang baru.
menginginkannya masuk di kehidupanku untuk segera menghapus sepi.
tapi aku hanya tak mau jatuh ke dalam ketidakpastian yang terencana lagi.
entah kau masih sendiri, entah hatimu sudah dimiliki,
entahlah apa kau berubah, dan menjadi orang yang berbeda.
entah kau masih sendiri, entah hatimu sudah dimiliki,
entahlah apa kau berubah, dan menjadi orang yang berbeda.
atau hal lebih buruk lagi kita akan kembali tak bertegur sapa.
siapalah aku berani berharap, pepatah mengajariku untuk menjadi bijaksana.
alrahe
a note for z
siapalah aku berani berharap, pepatah mengajariku untuk menjadi bijaksana.
alrahe
a note for z